Monev itu Harga Mati

BIRO Pendidikan pada Lembaga Pengembangan Masyarakat Amungme dan Kamoro (LPMAK) secara rutin melakukan fungsi monitoring dan evaluasi (monev) terhadap pe laksanaan program dan pencapaian beasiswa ke seluruh kota studi.
Menurut Kepala Biro Pendidikan, Titus Kemong, monev sangat penting dalam menilai keberhasilan dan mencapai tujuan, separuhnya ditentukan oleh rencana yang telah ditetapkan dan setengahnya adalah bagian dari fungsi pengawasan. Sebab itu, kata Titus Kemong, pada umumnya, manajemen menekankan terhadap pentingnya kedua fungsi ini, yaitu perencanaan dan pengawasan.
LPMAK melalui biro pendidikan, setiap tahun melakukan monev ke semua perguruan tinggi yang menjadi mitra kerja. Sebab itu Titus Kemong dengan tegas menyebutkan program monev itu harga mati lantaran hal ini didasari oleh adanya pemikiran bahwa dengan menggunakan pemantauan dan penilaian dapat diukur tingkat kemajuan program pendidikan dari peserta beasiswa. Hal ini dapat digunakan untuk menghasilkan informasi guna mendukung pengambilan keputusan, kata Titus, berkaitan dengan perkembangan masingmasing peserta beasiswa.
Tentang manfaat lain dari monev, sebagaimana dikatakan kepala biro pendididikan adalah de ngan melakukan monitoring ke giatan, manfaat yang dapat di ambil dari tindakan tersebut ada lah dapat mengenali masalah dari kegiatan yang sedang dilaksanakan sedini mungkin, melakukan perbandingan antar lokasi atau tempat, menilai trend situasi ter tentu sehingga dapat diambil tindakan korektif secara tepat dan cepat.
Sedangkan manfaat evaluasi, sam bung Titus, karena evaluasi harus melayani berbagai kebutuhan dalam sebuah satuan pendidikan, maka evaluasi juga mempunyai strategi atau metode yang banyak dan dilakukan pada berbagai tingkatan pelaksanaan program. Maka dengan adanya tujuan dari evaluasi dalam satuan pendidikan, dapat memperoleh manfaat secara langsung maupun tidak langsung, diantaranya dapat menilai kelemahan dan kekuatan perencanaan dalam suatu kegiatan pendidikan untuk menjadi lebih baik lagi. “Selain itu dapat menentukan proses derajat efektifitas kegiatan terhadap target dari sumber daya pelayanan dan keun


SEJARAH KAMI

Pemerintah Provinsi Irian Jaya dan PT Freeport Indonesia (PTFI) pada bulan April 1996, memprakarsai suatu rencana pembangunan di kawasan operasi perusahan dengan sasaran utama pada sejumlah Kampung asli Amungme dan Kamoro di seputar kota Timika.

Rencana tersebut tidak berjalan mulus, hingga terbentuklah Program Pengembangan Masyarakat Timika Terpadu (PWT2) yang cakupannya lebih luas meliputi warga suku Amungme dan suku Kamoro serta kekerabatan lima suku yang berdomisili di Mimika.

Lembaga PWT2 telah mengelola Dana Kemitraan PTFI yang dialokasikan sebesar dari 1% penghasilan PTFI sebelum dipotong pajak dan kewajiban lainnya. Dua tahun kemudian pada bulan Agustus 1998, Masa transisi dan reposisi lembaga, di mana seluruh program yang dilakukan PWT2 dihentikan.

Baca selengkapnya ...

HUBUNGI KAMI :
Kantor Pusat (sekretariat) :
Jalan Yos Soedarso (Eks Incubator PTFI) Timika,
Mimika – Papua 99910
Telepon : 0901 – 321521, 322450, 3217563.
Faks : 0901 – 321933, 323505.
Kantor Urusan Program :
Jalan Ahmad Yani, No. 68 A. Timika, Mimika – Papua 99910
Telepon : 0901 – 321817, 322888.
Faks: 0901 – 323318.
Website : www.lpmak.org
Facebook : lpmak
Twitter : @lpmak_
Website: lpmak.org
Peta Lokasi